Jumat, 04 Desember 2009

Membandingkan PDB dan Pendapatan Per Kapita Indonesia Dengan Negara Lain

Membandingkan PDB dan Pendapatan Per Kapita Indonesia Dengan Negara Lain

Untuk mengetahui keberhasilan perkembangan perekonomian masyarakat suatu negara, tidak hanya menggunakan GNP yang tinggi saja, tetapi masih harus menghitung pendapatan per kapita untuk membandingkan jumlah pendapatan nasional dengan jumlah penduduk. Penduduk nasional yang tinggi tidak ada artinya bila jumlah penduduk suatu negara sangat banyak. Sebuah negara dapat dikatakan sejahtera bila perbandingan pendapatan nasional dengan jumlah penduduk seimbang dan terjadi pemerataan pendapatan yang seimbang pula. Indikator yang digunakan untuk mengukur distribusi pendapatan suatu negara.

1. koefisien gini (gini ratio)

Koefisien Gini

Distribusi Pendapatan

Lebih kecil dari 0,4

Tingkat ketimpangan rendah

0,4 – 0,5

Tingkat ketimpangan moderat

Lebih besar dari 0,5

Tingkat ketimpangan tinggi

2. Kriteria Bank Dunia

yang diukur Bank Dunia adalah besarnya kontribusi dari 40% penduduk termiskin terhadap pendapatan atau pengeluaran nasional

Kriteria Distribusi Pendapatan Versi Bank Dunia

Distribusi Pendapatan

Tingkat Ketimpangan

Kelompok 40% penduduk termiskin <12% dari total pengeluaran

Tinggi

Kelompok 40% penduduk termiskin 12% - 17% dari total pengeluaran

Sedang

Kelompok 40% penduduk termiskin > 17% dari total pengeluaran

Rendah

3. PNB Rill

PNB rill dapat dihitung dengan rumus:

PNB Rill tn = I H to X PNB tn

I H tn

Contoh soal:

PNB suatu Negara pada tahun 2004 Rp794 triliun dan pada tahun 2005 menjadi Rp904 triliun, sedangkan indeks harga tahun 2004 adalah 140 dan indeks harga tahun 2005 adalah 175. Tentukan besar PNB rill pada tahun 2005

Jawab:

PNB Rill tahun 2005 = 140 X Rp904 triliun = Rp723,2 triliun

175

4. Ekspor neto (X – M)

Ekspor neto (net export) adalah nilai pasar ekspor barang dan jasa (X) dikurangi dengan nilai pasar impor barang dan jasa (M). Sebagai contoh ada empat produsen dalam perekonomian yaitu produsen baja, produsen barang-barang modal (mesin) yang digunakan dalam industri mobil, produsen ban dan produsen mobil yang menjadi mobil kepda konsumen akhir (rumah tangga).






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar