Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2009

Zlatan, Pembelian Barca Yang Salah?

Zlatan, Pembelian Barca Yang Salah?

Yes, Zlatan Ibrahimovic to Barcelona is ludicrous. More ludicrous than Lyon paying 24 million euros for the unproven Lisandro Lopez; more ludicrous than Benfica paying 7 million euros for the nowhere near good enough Javi Garcia; and far more ludicrous than Manchester City paying upwards of 30 million euros for the staggeringly overrated Emmanuel Adebayor. It is simply astounding.

Kutipan ini saya ambil dari Soccerlens. Dan menurut saya adalah BENAR.

Kepindahaan Zlatan Ibrahimovic ke Barcelona menurut saya sangat sangat perlu ditertawakan. Barca memiliki permainan yang 99% menyerang dan semua pemain harus bergerak. Sedangkan Zlatan adalah tipikal pemain yang 75% sangat powerfull untuk bola-bola mati atau heading. Barca tidak memerlukan pemain yang harus jago heading karena akan mematikan tipikal menyerang Barca yang menusuk ke tengah jantung pertahanan lawan. Bukan yang sering diperagakan oleh Inter dengan 49% serangan bola crossing.

Jadi, kepindahan "Ibracadabra" menurut saya hanya akan menjadi pembelian yang tidak terlalu berguna.




[+/-] Selengkapnya...

Menunggu Kiprah Pelatih Baru

Menunggu Kiprah Pelatih Baru

ancelotti leonardo

Musim kompetisi 2008/09 di liga-liga utama Eropa belum lama berakhir. Arus transfer pemain mulai riuh rendah demi menyambut musim depan. Gosip yang beredar melibatkan sejumlah nama besar, seperti : Kaka, Cristiano Ronaldo, dan Zlatan Ibrahimovic. Sementara itu di sektor pelatih pun telah terjadi pembaharuan di sejumlah klub papan atas.

Chelsea (Inggris) menunjuk Carlo Ancelotti, yang sebelumnya menjadi pelatih AC Milan (Italia). Ancelotti pernah sukses membawa Milan meraih dua trofi Liga Champion hanya dalam lima tahun (2003 dan 2007). Roman Abramovic tentu sangat berharap pelatih asal Italia itu mampu mengulangi suksesnya ketika menangani Chelski. Menjadi yang terbaik di Eropa hingga kini masih menjadi obsesi utama sang Roman.


Untuk menggantikan Ancelotti, Milan mengangkat Leonardo Nascimento de Araujo yang merupakan ‘orang dalam’ I Rossoneri. Bisa jadi Milan terinspirasi Barcelona, yang di bawah pelatih muda minim pengalaman -Pep Guardiola- mampu meraih prestasi hebat di musim pertamanya menangani tim senior. Selain itu, ada fakta sejarah yang menarik. Entah disengaja atau tidak, apa yang terjadi pada Leonardo seperti menapaktilasi Fabio Capello, salah satu pelatih besar yang pernah dimiliki Milan. Capello dan Leonardo adalah mantan pemain Milan, yang setelah pensiun menjadi salah satu direktur, dan akhirnya dipercaya sebagai pelatih I Rosoneri.

Sementara itu di Spanyol, di bawah presiden Florentino Perez yang kembali berniat membangun Los Galacticos, Real Madrid memilih Manuel Pellegrini. Pelatih asal Cili itu dinilai sukses mengangkat tim semenjana Villareal sebagai tim papan atas La Liga. Dengan materi pemain yang lebih berkualitas, Madrid berharap Pellegirini mampu mengangkat kembali prestasi Los Blancos.

Sejumlah asa sudah tersemat untuk para pelatih baru itu. Kita tinggal menunggu kiprah mereka sekian bulan mendatang di musim 2009/10. Semoga sukses!




[+/-] Selengkapnya...

Owen dan Perjudian Fergie

Owen dan Perjudian Fergie

owen-mu-sky

Manchester United melepas Cristiano Ronaldo ke Real Madrid dengan nilai transfer sensasional, 80 juta poundsterling atau lebih dari satu trilliun rupiah. Penggantinya? Michael Owen. Dengan label gratis alias "free transfer". Sebuah bisnis yang tak ada duanya di dunia ini, kecuali di sepak bola. Taruhlah MU harus merogoh kocek tidak lebih dari 16 juta poundsterling untuk Antonio Valencia dari Wigan, nilai itu masih tertutupi dengan transfer "wah" Ronaldo dan Owen.

Dengan 11 gelar Liga Inggris dan trofi lain yang tak terhitung dalam dua dekade, siapa yang meragukan kapasitas Sir Alex Ferguson? Apakah Fergie berjudi dengan Owen yang menghabiskan empat tahun di St. James Park lebih banyak di ruang perawatan dari pada di bangku cadangan?

Owen memiliki catatan 244 gol dalam 507 pertandingan liga. Sejak bebas transfer per 1 Juli lalu, Hull City, Stoke, Everton, dan Aston Villa antre untuk mendapatkan pemain berusia 29 tahun itu. Justru Manchester United lah yang dipilih Owen untuk menyelamatkan karir dan reputasinya di "top flight division".


Fergie dinilai berjudi dengan riwayat cedera Owen sejak kembali ke Inggris dari Real Madrid pada 2005 lalu. Dailymail bahkan pernah memberi label "fragile" bagi pemain terbaik Eropa 2001 itu.

Karena alasan cedera pula Fabio Capello enggan memanggil Owen ke timnas Inggris. Don Fabio bahkan lebih percaya pada pemain seperti Carlton Cole dan Gabriel Agbonlahor.

Namun ada satu hal yang dilihat Fergie namun tidak diketahui Capello terhadap pemilik 89 caps The Tree Lions itu. Bila dalam kondisi fit, Owen dan Rooney adalah "Perfect England Partners".

Dalam 29 pertandingan Inggris ketika Owen dan Rooney bermain bersama, keduanya mencetak 23 gol dengan rincian Owen 11 gol dan Rooney 12 gol. Catatan gol per menit Owen adalah 197, Rooney 163.

Musim depan, Owen dan Rooney kembali bermain bersama dalam satu tim. Bila Owen fit dan kembali pada form terbaiknya, penghobi pacuan kuda itu tetap merupakan penyerang paling berbahaya di Liga Primer. Fergie, bisa jadi, akan tertawa di akhir musim nanti dengan "perjudiannya" saat meraih "quattrick" alias mengangkat trofi Liga Primer Inggris untuk keempat kalinya beturut-turut.




[+/-] Selengkapnya...

Transformasi Cristiano Ronaldo

Transformasi Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo Real

Cristiano Ronaldo sudah identik sekali dengan kostum nomor 7, baik di Manchester United maupun di timnas Portugal (pasca pensiunnya Luis Figo). Layaklah sekiranya Pemain Terbaik Dunia 2008 itu dikenal pula dengan nama CR7. Tapi di Real Madrid, CR7 mesti menanggalkan nomor kebanggaannya. Mustahil dia bernomor 7 selama Raul Gonzales, legenda hidup Los Blancos masih bermain. Ronaldo pun mengenakan nomor 9 di klub anyarnya. Jadi kini CR7 telah berganti identitas menjadi CR9, setidaknya di tingkat klub. Ronaldo mungkin masih akan tetap bernomor 7 ketika memperkuat Portugal.

Lazimnya pemain nomor 9 selalu berposisi sebagai penyerang murni. Demikian pula yang selama ini membela Madrid, seperti : Alfredo di Stefano, Hugo Sanchez, Davor Suker, Fernando Morientes, dan Ronaldo (Brasil) dikenal sebagai penyerang hebat di masanya. CR9 sendiri merupakan penyerang sayap, kendati dalam soal mencetak gol ia tak kalah produktif dengan striker top dunia mana pun. Buktinya, top scorer Liga Primer Inggris dan Liga Champion Eropa pernah diraihnya ketika memperkuat Manchester United.


Meski banyak pemain hebat bernomor 9 di Madrid, namun setelah Ronaldo (Brasil), nomor 9 dipakai oleh Roberto Soldado dan Javier Saviola yang sama sekali tidak bersinar bersama Los Blancos. Menjadi tugas CR9 untuk mengembalikan nomor 9 kepada takdir sejatinya, yaitu menjadi milik pemain-pemain terbaik yang membawa kejayaan bagi Real Madrid.

Perubahan lain dalam diri Ronaldo -sejak pindah ke Madrid- adalah kostum yang dipakainya. Sebagai salah satu ikon Nike, ia selalu mengenakan kostum bermerek Nike ketika memperkuat MU maupun timnas Portugal. Namun bersama Madrid, CR9 mau tidak mau mesti menggunakan kostum bermerek Adidas. Tentu bakal untung besarlah Adidas jika kostum CR9 laku di pasaran dan giliran Nike yang gigit jari kehilangan pendapatan.

Yang masih kita tunggu bersama adalah bagaimana skema permainan Los Galacticos di bawah pelatih Manuel Pellegrini dan akan bermain di posisi mana CR9 nanti.




[+/-] Selengkapnya...

Latar Belakang Kepindahan Carlos Tevez

Latar Belakang Kepindahan Carlos Tevez

Kepindahan Carlos Tevez ke Manchester City sebetulnya sedikit membuat saya garuk-garuk kepala.

Kepindahaan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid semestinya memberikan kesempatan besar buatnya untuk menjadi pemain utama lagi setelah sering dibangku cadangkan oleh SAF. Tambah lagi MU berniat untuk mempermanenkan Tevez seperti dikutip dari Biangbola ini:

Dalam pengumuman resminya, MU menyatakan mereka sebenarnya sudah menyepakati bandrol Tevez senilai 25,5 juta pound dan menawari kontrak selama lima tahun yang akan membuatnya menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Old Trafford.

Namun Tevez menolak tawaran tersebut karena sudah kesal dengan pelatih Sir Alex Ferguson yang lebih sering mencadangkannya pada musim lalu.

Kenapa bisa?

Ternyata pertanyaan saya terjawab melalui situs www.footbo.com dimana Tevez itu memang sumber uang bagi agennya. Karena itu dia lebih baik dijual untuk menghasilkan uang berlimpah bagi kantong si agen:


Tevez is "owned" by MSI (Media Sports Investment) which is controlled by Iranian businessman Kia Joorabchian. This is the main reason Tevez moved from Manchester United to City. There are a lot of people making a lot of money on that transfer. United wanted to keep Tevez, how badly? That is debatable, but they wanted to keep him.

Lagi-lagi uang adalah tujuan utama pesepakbola dan orang-orang dibelakangnya.




[+/-] Selengkapnya...

Mampukah Huntelaar Tidak Mengecewakan Milanisti?

Mampukah Huntelaar Tidak Mengecewakan Milanisti?

luis huntellarReal Madrid melepas Striker Klaas-Jan Huntelaar ke AC Milan karena di Madrid sudah menumpuk bintang-bintang baris depan seperti Cristiano Ronaldo, Benzema, Raul, Higuain dan lain-lain.

Kepindahan Huntelaar pun tidak mengecewakan Madridista karena prestasinya sudah cukup lumayan, 8 gol dari 20 pertandingan.

Yang jadi pertanyaan, apakah Huntelaar akan mampu untuk tidak mengecewakan Milanisti?

Ada tiga poin yang bisa menjadi dasar kalau Huntelaar akan menjadi legenda di AC Milan.


1. "Dia tahu bagaimana mencetak banyak gol." Ini adalah penggalan kalimat yang disebutkan oleh mantan bintang AC Milan yaitu Patrick Kluivert. Terlepas dari kelanjutan kalimat Kluivert yang menyatakan Huntelaar akan mengalami kesulitan di Italia. Pertahanan klub Italia lebih kokoh ketimbang Spanyol atau Inggris, saya tetap perpendirian Huntelaar akan banyak mencetak gol. Kenapa? Karena dia tahu bagaimana menempatkan posisi dan tahu bagaimana bola akan datang. Sejauh yang saya tahu ketika bermain di Ajax, Huntelaar sangat pandai menempatkan diri untuk membukukan gol. Begitupun dengan kemampuan membaca arah bola. Operan-operan Luis Suarez dkk selalu mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Huntelaar. Menurut saya, kapasitas Huntelaar sebagai Target Man, sangat tidak diragukan lagi.

2. Faktor Pirlo. Dengan bertahannya Andreas Pirlo di AC Milan, saya yakin, Huntelaar mampu mencetak banyak gol buah dari assist-assist brilian Pirlo. Kehebatan Andre Sevchenko dan Kaka sebetulnya 50% ditopang oleh assist-assist brilian Pirlo. Kali ini, yang akan menikmatinya adalah Huntelaar.

3. Faktor sejarah. Opini ini memang terdengar konyol. Marco Van Basten menjadi legenda Milan karena ditopang oleh operan-operan maut Ruud Gullit dan kuatnya barisan pertahanan oleh Frank Rijkaard. Tapi, terkadang sejarah bisa menjadi pelecut pemain untuk mengikutinya.

Mungkin ini terlalu dini untuk mencap Huntelaar bakal menjadi legenda. Tapi, dengan analisa sederhana ini, keyakinan saya bahwa kemungkinan Huntelaar akan menjadi legenda, sangatlah besar.



[+/-] Selengkapnya...

Benang Merah Trio M

Benang Merah Trio M (MU, Madrid, Milan)

( Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi )

Manchester United, Real Madrid, dan AC Milan merupakan klub-klub favorit saya di Eropa. Catatan panjang prestasi dan penampilan impresif mereka membuat saya layak saja mengagumi mereka. Ada sejumlah persamaan di antara ketiga tim tersebut. Pertama tentu saja kota tempat mereka berasal yang berawalan huruf ‘M’ : Manchester, Madrid, dan Milan. Lalu ketiga tim sudah berkali-kali menjadi juara liga di negaranya masing-masing, juara Eropa, maupun juara dunia. Beberapa pemainnya pernah menjadi pemain terbaik dunia ketika memperkuat klub-klub itu, seperti : Cristiano Ronaldo (MU), Zinedine Zidane (Madrid), dan Ricardo Kaka (Milan).


Di awal tahun 2009 ada sebuah benang merah baru yang menghubungkan trio M. Benang merah itu adalah David Beckham. Mantan kapten timnas Inggris itu barangkali satu-satunya pemain yang pernah memperkuat MU, Madrid, dan Milan sekaligus.

Menjelang bergulirnya musim 2009-2010, ada tiga pemain bintang yang hijrah ke klub anyar. Dan transfer itu pun menjadikan mereka memperkuat dua tim dari trio M. Mereka adalah Ricardo Kaka (Milan dan Madrid), Cristiano Ronaldo (MU dan Madrid), serta Michael Owen (Madrid dan MU). Selain itu ada sejumlah pemain yang kariernya pernah serupa dengan ketiga pemain tersebut, yaitu : Christian Panucci (Milan dan Madrid), Clarence Seedorf (Madrid dan Milan), Jaap Stam (MU dan Milan), Ruud van Nistelrooy (MU dan Madrid), Gabriel Heinze (MU dan Madrid), Emerson (Madrid dan Milan), dan Ronaldo Luiz (Madrid dan Milan). Daftar itu bisa saja bertambah panjang jika Milan jadi merekrut Klass- Jan Huntelaar dari Madrid. Terakhir, Fabio Capello merupakan pelatih yang pernah membawa Milan dan Madrid meraih gelar juara ketika kedua tim itu ditanganinya.




[+/-] Selengkapnya...

Hubungan Beckham, Owen dan Ronaldo

Hubungan Beckham, Owen dan Ronaldo

Apakah hubungan antara David Beckham, Michael Owen, dan Cristiano Ronaldo?

Beckham pernah bermain bersama dengan Owen di Real Madrid. Ronaldo mulai musim 2009-2010 bermain untuk Madrid. Beckham pernah menjadi kapten timnas Inggris, sementara Owen menjadi wakilnya saat itu. Sementara itu Ronaldo merupakan kapten timnas Portugal saat ini. Masih ada persamaan yang menghubungkan mereka bertiga. Beckham, Ronaldo dan Owen adalah pemain dengan kostum nomor 7 di Manchester United.

Becks dan CR7 sudah pernah menjadi bintang The Red Devils, merasakan menjadi juara Inggris, Eropa, dan dunia bersama klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Ronaldo bahkan pernah menjadi pemain terbaik dunia ketika bersama MU, sementara Becks nyaris menjadi pemain terbaik dunia (runner-up) juga saat memperkuat tim asuhan Sir Alex Ferguson.

Di klub itu pula David Beckham dan Cristiano Ronaldo mulai dikenal publik sampai akhirnya menjadi bintang sepakbola sekaligus selebritis yang terkenal di dunia. Michael Owen sedikit berbeda dalam hal ini. Dia pernah menjadi penyerang hebat untuk Liverpool dan timnas Inggris. Kebintangannya mulai meredup saat bermain di Madrid dan Newcastle United. Cedera yang kerap dideritanya membuatnya lama absen dari timnas. Dengan kostum nomor 7 yang pernah membawa hoki bagi Beckham dan Ronaldo, Owen mencoba bangkit kembali bersama Wayne Rooney dan kawan-kawan?




[+/-] Selengkapnya...

Scudetto Kembali Milik Inter?

Scudetto Kembali Milik Inter?

inter milan

Serie-A akan dimulai pekan ini. Seperti biasa empat klub besar yakni Inter, Juventus, Milan, dan Roma menjadi unggulan utama. Tim-tim seperti Genoa. Lazio, Palermo, Fiorentina, dan Sampdoria berpotensi meraih kejutan.

Melihat materi tim yang ada, Inter dan Juventus layak disebut sebagai unggulan utama. Beberapa rumah taruhan dan juga pengamat memprediksi Inter dan Juve akan bersaing ketat untuk meraih scudetto. Inter walaupun harus kehilangan Ibrahimovic, memperoleh tenaga baru yakni Samuel Eto’o dan Diego Millito. Juventus dengan Felipe Melo dan Diego tentunya dapat menjadi ancaman. Ditambah Juventus meraih beberapa hasil positif di ujicoba, mengalahkan Madrid dan juga menjadi juara Trofeo TIM.

Sedangkan Milan tampaknya harus melupakan mimpinya meraih scudetto. Hengkangnya Carlo Ancelloti dan Kaka, serta pensiunnya Maldini membuat kekuatan tim yang pernah menjuarai Liga Champions 7 kali ini menjadi timpang. Leonardo tampaknya masih sulit menemukan formula yang tepat. Datangnya Huntelaar masih belum memberikan jaminan.


Hal itu terlihat dari hasil uijicoba. Milan hanya meraih dua kemenangan dari 11 pertandingan. Parahnya, Milan sempat mengalami 8 kekalahan beruntun. Lebih memalukan lagi, dua kekalahan didapat dari rival sekota, Inter Milan. Tapi walau bagaimana pun Milan tetaplha Milan. Klub yang patut diwaspai dalam perebutan scudetto.

Inter sendiri tetap layak menjadi unggulan utama peraih scudetto. Walaupun sempat kalah dari Lazio di ajang Supercoppa, Inter kini mengedepankan permainan indah. Sebelumnya Inter menghalalkan segala cara untuk menang. Permainan memesona terus dikembangkan Inter saat bertemu Juventus dan Milan di Trofeo TIM. Meskipun gagal mempertahankan gelar juara, penampilan Inter cukup impresif. Termasuk saat menang 1-0 atas timnas Bahrain.

Jika Inter juara berarti koleksi scudetto Inter menjadi 18 dan sanggup melebihi Milan. Target lain ialah meraih scudetto ke-20 sehingga bisa meraih dua bintang dan bisa disejajarkan dengan Juventus.

Target Liga Champions
Satu target lain yang sangat ingin diraih Inter ialah Liga Champions. Sudah hampir setengah abad Inter tidak meraihnya. Jika sukses meraihnya tentunya akan membungkam cibiran orang-orang yang mengatakan Inter jagoan lokal.

Di Liga Champions saingan terberat Barcelona dan Madrid. MU pun masih berbahaya walaupun harus kehilangan Ronaldo. Namun, Inter memiliki Eto’o yang memiliki mental Eropa. Sudah dua kali Eto’o menjadi penentu keberhasilan El-Barca meraih Liga Champions. Inter pun memiliki sosok Jose Mourinho yang begitu teruji. Seharusnya Inter bisa melaju minimal sampai semifinal.

Namun berdasarkan kenyataan itu Inter harus lebih realistis memandang targetnya musim ini. Kesempatan merebut scudetto memang masih besar. Namun, Liga Champions bisa menjadi kendala. Inter harus benar-benar focus jika tak ingin kehilangan dua gelar itu.




[+/-] Selengkapnya...

Jose Mourinho: Mulutku, Harimauku

Jose Mourinho: Mulutku, Harimauku

Jose Mourinho kembali membuat pernyataan yang menuai kritik. Kali ini bukan sesama koleganya, pelatih atau pemain sepakbola klub lain, tapi dari ketua kelompok Muslim Italia.

Kalau sebelumnya, Bolanova pernah memuat kenapa Mourinho sengaja membuat komentar yang bikin panas telinga rivalnya. Allenatore Inter Milan ini pernah menuding bahwa rivalnya sesama pelatih tidak menyusun susunan pemain atas keputusannya sendiri, melainkan lebih kepada kebijakan Presiden Klub. Otomatis, pelatih yang dimaksud langsung mengeluarkan tanduknya dengan membalas komentar supaya Mourinho tutup mulut saja. Namun, hal ini sengaja dilakukan oleh Mourinho karena ia sengaja bersandiwara agar semua kritikan publik lebih mengarah kedirinya, bukan ke pemainnya. Sengaja menciptakan “keributan” demi keutuhan tim besutannya.

Kini Mourinho membuat komentar yang rasanya tidak ditujukan untuk keutuhan timnya. Mourinho membuat komentar kenapa Sulley Muntari diganti pada menit pertama babak kedua dimana Inter bermain seri 1-1 dari Bari. Komentarnya memang seenaknya, pemain asal Ghana itu dianggap kehabisan energi karena sedang berpuasa.

Mohamed Nour Dachan, presiden dari Union of the Islamic community and organisations di Italia, berharap Mourinho lebih baik jangan banyak omong.

Terlepas dari Mourinho itu banyak omong, secara rasional, pernyataan Mourinho ada benarnya. Inter Milan sedang dihadapkan dengan kehilangan Bomber terbaik dunia, Ibrahimovic. Artinya, kekuatan Inter sudah tidak sekuat musim lalu. Otomatis, jika kekuatan Inter berkurang karena suatu hal, bukan tidak mungkin untuk diatur. Tapi sayangnya, mental bossy Mourinho kebablasan. Bagi kaum Islam Italia, pernyataan Mourinho sudah masuk domain yang sebaiknya jangan dilewati. Mungkin ini bisa jadi pelajaran buat Mourinho untuk tidak membuat komentar yang kelewatan :)




[+/-] Selengkapnya...

Antara Kaka dan Cristiano Ronaldo

Antara Kaka dan Cristiano Ronaldo

kaka-cristiano-ronaldo

Kaka dan Cristiano Ronaldo telah resmi akan bermain untuk Real Madrid sejak musim 2009-2010. Ada sejumlah hal yang bisa dibandingkan di antara mereka. Persamaannya, Kaka dan Ronaldo pernah menyandang gelar sebagai Pemain Terbaik Dunia. Kaka meraihnya di tahun 2007, sementara Ronaldo pada tahun 2008. Sebelum meraih gelar prestisius tersebut, kedua pemain sukses membawa klub masing-masing menjadi jawara Liga Champion dan Piala Dunia Antarklub. Baik Kaka maupun Ronaldo juga terkenal dengan kecepatan lari, aksi dribel bola yang brilian, serta piawai mencetak gol. Mereka juga dibeli dengan harga yang sama fantastisnya dari klub sebelumnya. Kaka dan Ronaldo juga laris sebagai bintang beragam iklan karena penampilan fisiknya yang tak mengecewakan, komersil pula pastinya.

Perbedaannya, Kaka pernah menjadi juara (Piala Dunia, Copa America, dan Piala Konfederasi) bersama negaranya Brasil, sedangkan Ronaldo belum pernah mendapat trofi apa pun bersama Portugal. Kaka terkenal dengan sifatnya yang rendah hati, sementara Ronaldo justru sering dicap sebagai sosok yang arogan. Satu hal lagi, Kaka merupakan lelaki yang setia pada satu perempuan dan tipe family man, padahal Ronaldo justru kondang sebagai lelaki yang suka bergonta-ganti pasangan dan pantas disebut bad boy. Dengan segala persamaan maupun perbedaannya, Kaka dan Ronaldo akan bekerja sama berupaya mengembalikan kejayaan Los Merengues.


Qué lástima, penggemar Liga Spanyol di Indonesia tidak bisa lagi menyimak pertandingan-pertandingan seru antar klub negeri matador, termasuk tentu saja kiprah Kaka dan Ronaldo. Namun setidaknya kita masih bisa melihat aksi mereka di Liga Champion Eropa. Tinggal berharap saja langkah Los Blancos cukup panjang, syukurlah jika akhirnya mereka berhasil meraih trofi kesepuluhnya di Eropa tahun depan. Buena suerte, Madrid!

Keterangan :

* Qué lástima = alangkah sayangnya
* Buena suerte = semoga berhasil

[+/-] Selengkapnya...