Tampilkan postingan dengan label Artikel dan Social. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel dan Social. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2009

Energi Gratis Yang Mahal

Energi Gratis Yang Mahal

Kerangka: - Panel tenaga surya yang pernah ada

Asap dan bau yang menyengat

Pindah dari batu bara ke tenaga surya

Sistem pembangkit listrik tenaga surya

Ide sederhana dari pembangkit lisrik

Dalam cuaca di dekat kota Leipzig jerman, melewati sebuah kolam di mana angsa-angsa liar mencari makan. Lapangan itu juga dipenuhi 33.500 panel photovoltaic, diatur berjajar seperti bunga-bunga perak yang semuanya menghadap ke matahari, bergelombang lembut selaras kontur tanah. Ini adalah salah satu instalasi rangkaian panel tenaga surya terbesar yang pernah ada. Ketika matahari muncul, lapangan ini menghasilkan tenaga listrik hingga lima watt (MW). Produksi rata-ratanya cukup memenuhi kebutuhan listrik sekitar 1.800 rumah.

Tak jauh dari situ, terdapat cekungan-cekungan dimana batu bara pernah ditambang beberapa dekade untuk menghidupi sejumlah pembangkit listrik dan pabrik. Langit biasanya berwarna cokelat, dengan asap dan bau belerang yang menyengat.

Kini penambangan berubah menjadi danau-danau. Energi yang dulu bersumber dari batu bara, kini dibangkitkan dari sebuah”pembangkit energi”yang berjarak 150 juta km.

Sistem pembangkit listrik tenaga surya menangkap energi langsung dari matahari – tanpa pembangkaran, tanpa emisi. Beberapa laboratorium dan perusahaan membuat pengujian lewat suryakanta anak-anak “versi dewasa”:mangkuk raksasa yang dilengkapi cermin atau kotak untuk mengumpulkan sinar mentari, memproduksi panas yang dapat menjalankan generator. Namun saat ini, tenaga surya seringkali diartikan sebagai sel-sel surya (solar cell).

Ide tersebut sederhana saja: Sinar surya mengenai permukaan semikonduktor yang membangkitkan elektron-elektron, menghasilkan listrik. Namun harga sel-sel ini masih sangat mahal. Sistem yang orang miliki dan relatif kecil saja sudah menghasilkan lebih dari 15.000 dolar kanada,sekitar 10 dollar per watt, termasuk baterai untuk menyimpan energi ketika matahari tak bersinar






[+/-] Selengkapnya...

Artikel 1

Perupa Berbakat yang Sempat Terpendam Gara-gara Cinta

Kerangka: - Pematung lahir pada abad ke- 19

-Dunia pematung pada masa itu

-Karya seni yang sangat cemerlang

SEBAGAI pematung perempuan Perancis yang lahir dan berkarya pada abad ke-19, Camille Claudel membawa sejarahnya sendiri yang tragis dan romantis. Lahir di lingkungan keluarga borjuis kecil, sebagai artis yang berbakat, Camille hadir dengan mendobrak berbagai konvensi lingkungan zamannya.

Dunia pematung pada masa itu, seperti juga masih pada masa kini, merupakan kawasan yang didominasi seniman pria, baik bagi perupa yang memakai bahan batu pualam, apalagi bagi mereka yang memakai bahan tembaga. Laki-laki mendominasi sistem pendidikan di akademi seni rupa, kontak dengan galeri seni, dan melakukan publisitas pada masyarakat ramai. Sebagai wanita berbakat dengan kadar memukau dan datang dari keluarga memadai, Camille tentunya dapat memilih suatu jalan hidup yang nyaman dan jauh dari konflik, kalau saja ia setia berperan dalam norma lingkungan dan zamannya.

Ironisnya, karya seninya yang cemerlang, hasil dari jerih payah dan bakat seninya, sempat "terpelanting". Apalagi perkembangan kreasinya dipantau dan dibandingkan dengan karya seni pematung tenar, August Rodin, perupa genius kontroversial Perancis yang dikenal di berbagai penjuru dunia dan dijuluki "Michel-Angelo modern".






[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 18 September 2009

Arti Persahabatan


Misha singkap kembali tabir ingatannya. Sharon. Manis nama itu, semanis orangnya. Dialah kawan karib Misha yang selalu diingatannya. Sudah enam tahun mereka mengenali antara satu sama lain. Kegembiraan dan keperitan hidup di alam remaja mereka melalui bersama. Tetapi semua itu hanya tinggal kenangan saja. Misha kehilangan seorang sahabat yang tidak ada kalang-gantinya.

Peristiwa itu berlaku dua tahun yang lalu. Sewaktu itu mereka sedang berada di kantin sekolah. Misha sedang marahkan Sharon kerana mengambil pena kesukaannya tanpa izinya dan menghilangkannya.

Apabila Misha bertanya, dia hanya berkata yang dia akan menggantikannya. Misha tidak mahu dia menggantikannya. Kerana pena yang hilangtu berlainan dengan pena yang akan diganti oleh Sharon. Pena yang hilang itu adalah hadiah daripada Sharon sewaktu mereka pertama kali menjadi sepasang kawan karib.

"Aku tak mahu kau menggantikannya! Pena yang hilangtu berharga bagiku! Misha memarahi Sharon." " Selagi kau tak jumpa penatu, selagi itulah aku tak akan bercakap dengan kau!" Marahnya Misha pada Sharon. Meja kantintu di hentaknya dengan kuat hingga terkejut Sharon. Misha yang mukanya memang kemerah-merahan, bila marah bertambahlah merahlah mukanya. Sharon dengan keadaan sedih dan terkejut hanya berdiamkan diri lalu beredar dari situ. Misha tahu Sharon berasa sedih mendengar kata-katanya itu. Misha tidak berniat hendak melukainya tetapi waktu itu dia terlalu marah dan tanpa dia sedari, mutiara jernih membasahi pipinya.

"Sudah beberapa hari Sharon tidak datang ke sekolah. Aku merasa risau. Adakah dia sakit? Apa yang terjadi" Berkata-kata Misha seorang diri. Benak fikirannya diganggu oleh seribu satu pertanyaan "EH! Aku nak pergi kerumahnyalah" Berbisik Misha di hatinya. Tetapi niatnya berhenti di situ. Dia merasa segan. Tiba-tiba talipon dirumah Misha berbunyi "Ring,riiiiiiiing,riiiiiiiiing,riiiiiiiing"Ibu Misha yang menjawab panggilan itu."Misha, oh, Misha "Teriak ibunya. "Cepat, salin baju. Kita pergi rumah Sharon ada sesuatu berlaku. Kakaknya Sharon talipon suruh kita pergi rumahnya sekarang jugak" Suara ibu Misha tergesa-gesa menyuruh anak daranya cepat bersiap. Tiba-tiba jantung Misha bergerak laju. Tak pernah dia merasa begitu. Dia rasa tak sedap. Ini mesti ada sesuatu buruk yg berlaku. "Ya Allah, kau tenteramkanlah hatiku. Apapun yang berlaku aku tahu ini semua ujianmu. Ku mohon jauhilah segala perkara yang tak baik berlaku. kau selamatkanlah sahabatku." Berdoa Misha pada Allah sepanjang perjalanannya ke rumah Sharon.


Apabila tiba di sana, rumahnya dipenuhi dengan sanak -saudaranya. Misha terus menuju ke ibu Sharon dan bersalaman dengan ibunya dan bertanya apa sebenarnya yang telah berlaku. Ibunya dengan nada sedih memberitahu Misha yang Sharon dilanggar lori sewaktu menyeberang jalan berdekatan dengan sekolahnya." Dia memang tidak sihat tapi dia berdegil nak ke sekolah. Katanya nak jumpa engkau. Tapi hajatnya tak sampai. Sampai di saat dia menghembuskan nafasnya, kakaknya yang ada disisinya ternampak sampul surat masa ada dia gengam di tangannya" terisak-isak suara ibu Sharon menceritakan pada Misha sambil mengulurkan surat yang Sharon beriya-iya sangat ingin memberikannya pada sahabatnya.

Didalam sampul surat itu terdapat pena kesukaanku.Disitu juga terdapat nota darinya.


MISHA SHARMIN,
AKU MINTA MAAAF KERANA MEMBUAT KAU MARAH KERANA TELAH MENGHILANGKAN PENA KESUKAANMU. SELEPAS ENGKAU MEMARAHI AKU, AKU PULANG DARI SEKOLAH SEWAKTU HUJAN LEBAT KERANA INGIN MENCARI PENAMU.DI RUMAH AKU TAK JUMPA.TAPI AKU TAK PUTUS ASA DAN CUBA MENGINGATINYA DAN AKU TERINGAT, PENATU ADA DI MEJA SCIENCE LAB . ITUPUN AGAK LAMBAT AKU INGIN KESEKOLAH KERANA BADANKU TAK SIHAT TAPI DENGAN BANTUAN SITI DIA TOLONG CARIKAN. PENATU SITI JUMPA DIBAWAH MEJAMU. TERIMA KASIH KERANA TELAH MENGHARGAI PEMBERIANKU DAN PERSAHABATAN YANG TERJALIN SELAMA SETAHUN. TERIMA KASIH SEKALI LAGI KERANA SELAMA INI MENGAJARKU TENTENG ERTI PERSAHABATAN.

SHARON OSMAN.

Kolam mata Misha dipenuhi mutiara jernih yang akhirnya jatuh berlinangan dengan derasnya.Kalau boleh ingin dia meraung sekuat hatinya. Ingin dia memeluk tubuh Sharon dan memohon maaf padanya tapi apakan daya semuanya dah terlambat. Mayat Sharon masih di hospital. Tiba-tiba dentuman guruh mengejutkan Misha daripada lamunan. Barulah dia sedar bahawa dia hanya mengenangkan kisah silam. Persahabatan mereka lebih berharga daripada pena itu. Misha benar-benar menyesal dengan perbuatannya. Dia berjanji tak akan membenarkan peristiwa ini berulang kembali. Semenjak itu Misha rajin bersolat dan selesai solat dia akan membaca al quran dan berdoa dan bersedekahkan ayat-ayat al quran kepada sahabatnya. Dengan cara ini sahajalah yang dapat Misha balas balik jasanya Sharon dan mengeratkan persahabatanya. Semoga dengan kalam Allah Sharon akan bahagia di alam baza.



[+/-] Selengkapnya...

Aku ada di Sampingmu

Aku ada di Sampingmu

Pada suatu hari hiduplah pasangan suami istri yang telah menikah,mereka dikarunia seorang anak yang masih kelas 4 SD.Mereka sangat kaya dengan pekerjaan suami yang sebagai pengusaha pabrik baja.Meskipun mereka hidup dengan berkecukupan atau bahkan berlebihan dengan harta yang melimpah ruah.Mereka tidak pernah hidup dengan harmonis.Ayah yang memang selalu sibuk dengan dunia usahanya yang memang semakin berkembang.Dan ibu yang memang tidak bekerja,tetapi dia disibukkan dengan klub baletnya yang tiap hari selalu saja dia jalani.Begitu juga dengan anaknya yang selalu disibukkan dengan sekolah dan berbagai macam kegiatan les-les yang dia ikuti.

Hanya pada hari minggu yang sebagai hari berkumpulnya keluarga sekalipun mereka cuman berdiam diri di dalam rumah tanpa ada inisiatif dari anggota keluarga mereka yang mengajak keluar untuk berweekend ria.Namun suatu ketika,saham yang dimiliki sang suami mengalami kebangkrutan.Sang suami mengalami stress berat.Dia pulang ke rumah.Tetapi dia dapati di rumah hanya ada istrinya seorang bahkan istrinya juga baru datang dari kegiatan baletnya dan dia tidak mendapati anaknya yang tidak ada di rumah.Sang suami pun langsung naik pitam dia membentak-bentak istrinya yang dia rasa tidak becus mengurusi anak.Memang jam sudah menunjukkan pukul 11.30 pm.Mereka bertengkar adu mulut dengan cukup lama.”Kamu tidak becus dalam mengurusin anak kita,masa sudah hampir tengah malam gini dia belum pulang juga.Istri macam apa kamu yang tidak peduli dengan anak sendiri.Setiap hari balet,balet dan balet melulu tiada habisnya.”kata suami. ”Apa kamu sendiri yang selalu sibuk dengan pekerjaanmu itu tanpa peduli sama aku dan anak kita.”kata si istri.”Hei,aku sibuk begini kan juga untuk menghidupi kamu dan anak kita.Kau sendiri sebagai ibu yang malah tidak peduli dengan anak sendiri.”kata suami.Tanpa disangka suami yang memang sudah kalap itu memukul istrinya dengan keras secara berulang-ulang.Sampai dia meraung-raung kesakitan tetapi tak dipedulikannya,hingga akhirnya dia tak bernyawa lagi.

Si suami langsung tersadar akan tindakannya itu,dia memutar otak untuk menyembunyikan mayat si istri yang sudah tidak bernyawa lagi.Dia mempunyai ide untuk menguburkan langsung istrinya di halaman belakang rumahnya yang begitu luas.Di kuburkan di bawah pohon mangga yang kelihatannya sudah berumur beratus-ratus tahun.Saat dia berhasil menguburkan istrinya.Bel rumah berbunyi,si suami langsung masuk ke dalam rumah dan melepaskan bejunya yang berlumuran darah itu,untung saja tubuhnya tidak terkena noda darah sama sekali.Sehingga dia bisa menghilangkan jejak.Si anak tadi baru dating dari ruma temannya setelah mengadakan belajar kelompok.Si anak langsung saja masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan ayahnya yang berdiri bertelanjang dada dengan napas terengah-engah tersebut.

Hingga hari demi hari berganti.Si anak melewati hari-harinya tanpa ada suatu masalah.Si suami pun merasa bingung,bagaimana bisa anaknya tidak bertanya sama sekali tentang ibunya.”Apa ini semua memang gara-gara ibunya yang tidak pernah bermain bersama dengan anakku?”, pikirnya.Pada jumat malam hari ketika dia mendapati anaknya yang baru pulang dari lesnya.Dia bertanya,”Anakku apakah kau tidak merasa ingin bertemu dengan ibumu?”.Si anak kaget dan menjawab,”Loh bukannya ibu setiap hari selalu berada di samping ayah.Liat itu kan ibu berada di samping ayah”.




[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 02 September 2009

Contoh Resensi Novel

Profil pengarang:

MARAH RUSLI

‹img src=”menulis-cerita-fiksi.gif” alt=”tipsmenulisnovel”/›MARAH RUSLI, kelahiran Padang, 7 Agustus 1889. Penulis fiksi Indonesia dengan gaya yang kuat. Romannya penuh dengan gagasan yang mendahului zaman dia hidup. Dia menggugat kekolotan kaum bangsawan, keburukan poligami, serta masalah-masalah sosial lain dalam lingkungannya guna melahirkan sebuah reformasi sosial.

Siti Nurbaya adalah masterpiece Marah Rusli. Bisa dipastikan tidak satupun orang Indonesia modern yang tidak mengetahui roman setebal 271 halaman ini. Bahkan istilah Siti Nurbaya dicerap kedalam bahasa Indonesia keseharian sebagai majas yang merujuk pada bentuk perkawinan yang dipaksakan. Bahkan di Padang, sosok Siti Nurbaya dihadirkan secara riil melalui penamaan sebuah jembatan dan sebuah makam yang diyakini adalah makam tokoh roman yang bersangkutan.

Siti Nurbaya telah hadir di sekolah-sekolah sejak pertama diterbitkan tahun 1920 oleh Balai Pustaka. Isinya tentang kisah cinta melodramatis antara Siti Nurbaya & Syamsul Bahri. Namun orang tua Siti Nurbaya memilih menikahkan anaknya dengan Datuk Maringgih. Roman ini dipadu kuat dengan kritik sosial pengarang terhadap situasi adat yang mengungkung Kemerdekaan Perempuanhttp://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=mcf0b-20&l=as2&o=1&a=9794596728di zaman itu. Marah Rusli kemudian wafat 17 Januari 1968

RESENSI BUKU:

KAWIN PAKSA

Siti Nurbaya ( Kasih Tak Sampai )

Pengarang : Marah Rusli

Penerbit : Balai Pustaka

Tahun Terbit : 1992

Tempat Terbit : Jakarta

Tebal : 271 halaman

Pelaku : Siti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan

Mahmud.

Sinopsis :

Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.

Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.

Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih.

Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya .

Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya.

Pada suatu hari ketika Samsulbahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras. Baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.

Mendengar itu, ayah Samsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Samsulbahri harus kembali ke Jakarta dan ia benrjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam, karena Siti Nurbaya diusirnya.

Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Tetapi niatnya itu diketahui oleh kaki tangan Datuk Maringih. Karena itu dengan siasat dan fitnahnya, Datuk Maringgih dengan bantuan kaki tangannya dapat memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi.

Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.

Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.

Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan ayahandanya. Tetapi ajal lebih dulu merenggut sebelum Samsulbahri sempat bertemu dengan orangtuanya.

Buku ini diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada tahu 1922. Buku yang berjudul Siti Nurbaya ini berhasil menempatkan diri sebagai puncak roman di antara roman-roman lain yang dianggap orang sebagai puncak roman dalam Sastra Indonesia Modern. Penilaian itu tidak didasarkan pada temanya, tetapi berdasarkan pemakaian bahasa dan gayanya yang tersendiri. Buku ini menggunakan bahasa melayu. Oleh karena itu, orang melayu pasti akan lebih mudah membaca dan segera mengerti isinya. Karena terkenalnya sampai-sampai zaman itu dinamai zaman Siti Nurbaya.

Roman karyanya ini berhasil pula merebut hadiah tahunan dalam bidang sastra, yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1969.

Dalam karya-karyanya berjudul Siti Nurbaya, Marah Rusli ingin merombak adat yang berlaku pada masa itu dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Pelaku utamanya pada roman ini adalah Siti Nurbaya, Samsulbahri, dan Datuk Maringgih.

Membaca roman Siti Nurbaya kita diajak mengikuti liku-liku kehidupan masyarakat Padang pada masa itu, khususnya kisah cinta yang tak kunjung padam dari sepasang anak manusia, Siti Nurbaya dan Samsulbahri.

Pengarang, dalam hal ini Marah Rusli sebagai pemuda terpelajar memiliki pemikiran jauh lebih maju daripada masyarakat disekitarnya. Ia telah mengenal tata cara hidup dan kebudayaan asing yang sedikit banyak sangat berpengaruh terhadap jiwanya. Dari dasar itu timbul gejolak pemberontak ingin menerobos adapt lama yang mengungkung dengan ketat dan dianggap oleh Marah Rusli sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi.

Marah Rusli ini lahir di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889 dan meninggal di Bandung pada tanggal 17 Januari 1968.

Pengarang ini telah menamatkan SD di Padang pada tahun 1904 dan menamatkan Sekolah Raja (Hoofdenscool) di Bukit Tinggi pada tahun 1910. Setelah tamat Sekolah Dokter Hewan di Bogor pada tahun 1915, ia diangkat menjadi adjunct dokter hewan di Sumbawa Besar, kemudian (1916) menjabat Kepala perhewanan di Bima. Tahun 1918 pindah menjadi kepala peternakan hewan kecil di Bandung, kemudian mengepalai daerah perhewanan di Cirebon. Tahun 1919 menjabat kepala daerah perhewanan di Blitar, tahun 1920 menjadi asisten leraar Kedokteran Hewan Bogor, tahun 1921 menjadi dokter hewan di Jakarta, tahun 1925 pindah ke Tapanuli. Sejak tahun 1929 sampai datang revolusi 1945 menjadi dokter hewan kotapraja Semarang. Selama revolusi tinggal di Solo, kemudian bekerja pada ALRI di Tegal. Tahun 1948 diangkat menjadi lektor di Fakultas Dokter Hewan Klaten dan dalam tahun 1950 kembali ke Semarang. Sejak tahun 1951 menjalani masa pensiun di Bogor, tetapi masih tetap menyumbangkan tenaganya di Balai Penelitian Ternak Bogor sampai akhir hayatnya.

Di samping profesinya sebagai dokter hewan, Marah Rusli terkenal pula sebagai sastrawan karena romannya yang berjudul Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai).

Pengarang mengajak kita untuk memetik beberapa nilai moral dari romannya yang terkenal ini, antara lain :

ß Demi orang-orang yang dicintainya seorang wanita bersedia mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. Lebih-lebih pengorbanan tersebut demi orang tuanya.

ß Bila asmara melanda jiwa seseorang maka luasnya samudra tak akan mampu menghalangi jalannya cinta. Demikianlah cinta yang murni tak akan padam sampai mati.

ß Bagaimanapun juga praktek lintah darat merupakan sumber malapetaka bagi kehidupan keluarga.

ß Menjadi orang tua hendaknya lebih bijaksana, tidak memutuskan suatu persoalan hanya untuk menutupi perasaan malu belaka sehingga mungkin berakibat penyesalan yang tak terhingga.

ß Dan kebenaran sesungguhnya di atas segala-galanya.

ß Akhir dari segala kehidupan adalah mati, tetapi mati jangan dijadikan akhir dari persoalan hidup.




[+/-] Selengkapnya...