Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

Kumpulan soal tentang lensa tipis


SOAL MENGENAI LENSA TIPIS (THIN-LENS)

1. Suatu lensa cekung memiliki jarak titik fokus -0.8 m. Bila suatu obyek berada pada jarak 4 m, maka berapakah jarak bayangan ?

a. 0,67 m b. -0,67 m c. 0,66 m d. 1,5 m e. -1,5 m

2. Suatu lensa cekung memiliki jarak titik fokus -0.4 m. Bila suatu obyek berada pada jarak 2 m, maka berapakah jarak bayangan ?

a. -0.333 m b. 0.333 m c. -0.33 m d. 0.33 m e. 0.3 m

3. Suatu lensa cekung memiliki jarak titik fokus -0.4 m. Bila suatu obyek berada pada jarak 0.2 m, maka berapakah jarak bayangan ?

a. -0.13 m b. 0 m c. -0.133 m d. 0.133 m e. 0.13 m

4. Suatu obyek diletakkan di depan lensa cekung pada jarak 40 cm. Bayangan yang terbentuk berupa bayangan tegak dengan ukuran 1/2 dari ukuran obyek. Berapakah jarak titik fokus lensa cekung tersebut ?

a. -10 cm b. -20 cm c. -30 cm d. -40 cm e. -50 cm

5. 5. Benda diletakan 30 cm di depan cermin cekung yang berjari-jari 10 cm. Berapa perbesarannya?

a. 1/5 b. -1/5 c. 1 d. 5 e. -5

6. 6. Benda diletakkan 3 cm di depan cermin cekung yang berjari-jari 20 cm. Berapa perbesarannya?

a. +2 b. -4.29 c. +4.29 d. -1.43 e. +1.43

7. 7. Benda ditenpatkan 5 cm di depan cermin cembung dengan panjang fokus 10 cm. Berapa perbesarannya?

a. 0.65 b. 0.66 c. 0.67 d. 0.68 e. 0.69

8. 8. Benda ditempatkan 8 cm di depan lensa cekung dengan panjang fokus 4 cm. Dimana letak bayangan?

a. -2 cm b. -20 cm c. -5 cm d. -50 cm e. -6 cm

9. 9. Benda diletakkan 20 cm di depan lensa cembung dengan panjang fokus 10 cm. Dimanakah bayangan? Berapa perbesaran bayangannya?

a. 10 cm, -2 b. 10 cm, 2 c. 20 cm, -1 d. 20 cm, 1 e. 50 cm, -2

10. 10. Seberkas cahaya datang dari suatu medium ke medium lain dengan sudut dating 300. Hitung sudut bias jika cahaya datang dari udara ke air?

a. 15,70 b. 19,50 c. 330` d. 48,60 e. 500

[+/-] Selengkapnya...

Percobaan bahwa Fotosintesis menghasilkan O2


LAPORAN HASIL FOTOSINTESIS

1. TUJUAN : Membuktikan bahwa pada saat fotosintesis dihasilkan oksigen

2. ALAT DAN BAHAN :

  1. Tanaman Hydrilla secukupnya
  2. Beaker Glass 500 ml 1 buah
  3. Corong Kaca 1 buah
  4. Kawat Panjang 10 cm, 4 Buah
  5. Tabung Reaksi 1 buah
  6. Ember
  7. Thermometer

3 CARA KERJA :

I. Rangkai alat seperti pada gambar berikut!

(GAMBAR ADA DI ATAS)

Catatan : jangan sampai ada gelembung udara didalam corong kaca

II. Percobaan 1 : Letakkan rangkaian pada tempat yang terkena cahaya matahari langsung

Percobaan 2 : Letakkan rangkaian pada tempat yang tidak terkena cahaya matahari

III. Letakkan thermometer kedalam beker glass! Ukur suhu setiap 10 menit, sebanyak 5 kali pengukuran ( minit ke 0, 10 menit, 20 menit, 30 menit dan 40 menit)! Masukkan dalam tabel pengamatan!

IV. Amati dan catat banyaknya gelembung yang terbentuk pada corong kaca setiap 10 menit sampai menit ke 40! Masukkan dalam tabel pengamatan

V. Perhatikan perubahan permukaan air pada tangkai corong!

Tabel Pengamatan :

Pada tempat yang terkena cahaya matahari langsung

No.

Waktu Pengamatan

Suhu

Banyaknya Gelembung

Keterangan

Volume Oksigen

1

0 menit

30o

0

0 cm

2

10 menit

30,5o

715

1 cm

3

20 menit

31,2o

771

2 cm

4

30 menit

32,1o

601

2,5 cm

5

40 menit

33,1o

919

3,8 cm

Pada tabel diatas di jelaskan bahwa pada percobaan Ingenhousz di tempat yang terkena cahaya matahari langsung pada menit ke 0 dalam suhu 30o belum muncul gelembung satupun, volume oksigen pun belum ada. Pada menit ke 10 dalam suhu 30,5o muncul gelembung sebanyak 715 gelembung, dengan volume oksigen 1 cm. Pada menit ke 20 dalam suhu 31,2o muncul gelembung sebanyak 771 gelembung, dengan volume oksigen 2 cm. Pada menit ke 30 dalam suhu 32,1o muncul gelembung sebanyak 601 gelembung, dengan volume oksigen 2,5 cm. Pada menit ke 40 dalam suhu 33,1o muncul gelembung sebanyak 919 gelembung, dengan volume oksigen 3,8 cm.

Pada tempat yang tidak terkena cahaya matahari

No.

Waktu Pengamatan

Suhu

Banyaknya Gelembung

Keterangan

Volume Oksigen

1

0 menit

31,5o

0

0 cm

2

10 menit

31o

3

0,05 cm

3

20 menit

30,7o

9

0,1 cm

4

30 menit

30,6o

10

0,15 cm

5

40 menit

30,5o

12

0,2 cm

Pada tabel diatas di jelaskan bahwa pada percobaan Ingenhousz di tempat yang tidak terkena cahaya matahari pada menit ke 0 dalam suhu 31,5o belum muncul gelembung satupun, volume oksigen pun belum ada. Pada menit ke 10 dalam suhu 31o muncul gelembung sebanyak 3 gelembung, dengan volume oksigen 0,05 cm. Pada menit ke 20 dalam suhu 30,7o muncul gelembung sebanyak 9 gelembung, dengan volume oksigen 0,1 cm. Pada menit ke 30 dalam suhu 30,6o muncul gelembung sebanyak 10 gelembung, dengan volume oksigen 0,15 cm. Pada menit ke 40 dalam suhu 30,5o muncul gelembung sebanyak 12 gelembung, dengan volume oksigen 0,2 cm.

4 Diskusi

1. Gas apakah yang terbentuk pada percobaan di atas ? gas yang terbentuk oleh percobaan di atas adalah oksigen

2. Bagaimanakah keadaan suhu awal dibanding suhu akhir percobaan ? keadaan suhu awal dibanding suhu akhir percobaan

3. Bagaimana frekuensi pembentukan gelembung dari awal sampai akhir percobaan ?

4. Apa yang anda ketahui tentang permukaan air di dalam tangki corong? Mengapa hal itu bisa terjadi?

5. Jika pada akhir percobaan dengan anda mengambil tabung reaksi pelan-pelan dan segera menutup ujungnya dengan ibu jari, kemudian di dalam tabung di masukkan bara api, apa yang akan terjadi?

6. Mengapa percobaan tersebut di lakukan di dalam air?

7. Apa yang ingin di ketahui dari percobaan di atas?

8. Dari percobaan tersebut, sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis!

9. Kesimpulan apa yang anda tarik dari percobaan di atas?

Catatan: Percobaan di atas pertama kali di lakukan oleh ahli yang bernama Ingenhousz. Oleh karena itu percobaan ini di sebut percobaan Ingenhousz

JAWABAN

1. Jawab : Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen/O2. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O(l) 4H+(aq) + O2 (g)
Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.
Berikut akan ditampilkan proses terbentuknya O2 dalam proses fotosintesis.

2. Keadaan suhu awal lebih rendah dari pada suhu akhir. Karena belum dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari dan angin.

3. Frekuensi pembentukan gelembung dari awal sampai akhir percobaan adalah meningkat, karena adanya pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis.

4. Yang kami ketahui adalah bahwa air dalam tangkai tersebut semakin lama semakin turun karena adanya gelembung - gelembung oksigen yang dihasilkan oleh tanaman Hydrilla pada saat proses fotosintesis.

5. Kejadian yang terjadi adalah bara api tersebut menyala dikarenakan tabung tersebut mengandung banyak gas oksigen.

6. Karena Hydrilla merupakan tanaman dengan media air.

7. Pada percobaan Ingenhousz menunjukkan bahwa pada fotosintesis menghasilkan gas oksigen (O2)

8. Fotosintesis dipengaruhi oleh faktor – faktor , sebagai berikut:

– Suhu

– Cahaya (lama pencahayaan, intensitas cahaya, panjang gelombang cahaya)

– Air

– CO2

– Kandungan Klorofil

9. Kesimpulan :
Berdasarkan percobaan di atas, dapat kami simpulkan bahwa:
1. Dalam proses fotosintesis diperlukan air dan cahaya matahari.
2. Pada proses potosintesis menghasilkan O2/oksigen.

[+/-] Selengkapnya...

All about Recount Text


Teks Recount adalah teks yang menjelaskan atau melaporkan mengenai sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lampau dengan tujuan untuk menginformasikan atau menghibur.
Struktur teks recount, yaitu:


1. Orientation: Informasi pembuka yang dapat menjawab siapa, kapan, dan dimana.


2. Events: Urutan kejadian yang ditulis secara kronologis.


3. Reorientation: Penutup


Contoh teks recount:


My Adventure at Leang-Leang Cave


On Sunday, my parents, my best fruend Novi, and I visited a cave at Maros called Leang-leang . It was my first time to visit the cave, better yet, my best friend came to visit it with me!
The cave was famous for its primitive cave wall paintings which were some hand prints and wild boar paintings. The cave and its surroundings was turned into a national park, so it was taken care of. My parents took a rest in a small hut for visitors of the park, while Novi and I adventured around the cave with a guide. We had to climb some metal stairs to get to the cave, because the cave was embedded into a small mountain. Next stop was a place where some seashells littered the ground and some were actually piled into a big mound! The guide said that these piles of seashells are called kjokkenmoddinger, or kitchen trash. The humans who lived here ate the shells and dumped the left overs in their 'kitchen'. The last place was a small museum where they have skeletons of the humans who lived in the caves. The skeletons along with some roughly made jewelry and weapons were placed inside glass cases for display. The walls of the museum were adorned with photographs taken when they did an excavation there.
After a quick lunch with Novi and my parents, we decided it was time to go back home. We really had the time of our lives!


Semoga bermanfaat.. Postingan ini saya tunjukkan untuk tugas teman teman yag lagi mencari contoh text recount ditugas bahas inggris..

Contoh text recount
Vacation to London
Mr. Richard’s family was on vacation. They are Mr. and Mrs. Richard with two sons. They went to London. They saw their travel agent and booked their tickets. They went to the British embassy to get visas to enter Britain. They had booked fourteen days tour. This includes travel and accommodation. They also included tours around London.
They boarded large Boeing flight. The flight was nearly fourteen hours. On the plane the cabin crews very friendly. They gave them news paper and magazine to read. They gave them food and drink. There was a film for entertainment. They had a very pleasant flight. They slept part of the way.
On arrival at Heathrow airport, they had to go to customs and immigration. The officers were pleasant. They checked the document carefully but their manners were very polite. Mr. Richard and his family collected their bags and went to London welcome desk. They arranged the transfer to a hotel.
The hotel was a well-known four-star hotel. The room had perfect view of the park. The room had its own bathroom and toilet instead of keys for the room, they inserted a key card to open the door. On the third floor, there was a restaurant serving Asian and European food. They had variety of food.
The two weeks in London went by fast. At the end of the 14-days, they were quite tired but they felt very happy.
Purpose : to retell something that happened in the past and to tell a series of past event



Generis structure
• Orientation
• Event (s)
• Re orientation
Language feature
• Using past tense
• Using action verb
• Using adjectives
• In chronological order, using connectives that signal time example, then, next after, meanwhile
• Focused on individual or group participant for example, in the first person : I , We, the third person : He, She, The

Berikut adala struktur teks recount :
1. Orientation: Informasi pembuka yang dapat menjawab siapa, kapan, dan dimana.
2. Events: Urutan kejadian yang ditulis secara kronologis.
3. Reorientation: Penutup


Read the passage

One day I was setting in the local library, I started to read a medical encyclopedia that was lying on the table in front of me. The first illness I read about was cholera. As I read the list of symptoms, it occurred to me that perhaps I had cholera myself. I sat for a while, too frightened to move.

Then, in a kind of dream, I started to turn the pages of the book again. I came to malaria. Yes, there was no doubt about it – I had malaria too. And I certainly had hepatitis. And yellow fever. And so it went on. I read through the whole book, and by the end I came to the conclusion that I had every illness. There was only one illness I didn’t have – and that was housemaid’s knee.

I sat and thought, and I became more and more worried. I wondered how long I had to live. I examined myself. I felt my pulse. At first, I couldn’t find it at all; then, suddenly it seems start off. I looked at my watch to time it – it was beating 147 times a minute. I tried to feel my heart. I couldn’t feel it. It wasn’t beating. I stuck my tongue out and tried to look at it. I could only see the end of it, but from that I was even more certain than before that I had yellow fever.

I went straight to my doctor, who was a good friend of mine. “What’s the matter with you?” he asked. “I have every illness in the medical encyclopedia.” I told him how I read the medical encyclopedia. Then he opened my mouth and looked at my tongue, and he felt mu pulse, and he listened to my heart. Then he sat down and wrote a prescription. It said:

* 3 good meals every day
* A two-mile walk every day morning
* Be in bed at 11 o’clock every night
* Don’t read medical books!

I followed the doctor’s instructions, and I am happy to say that I now feel quite well again.



2nd example:
THE SMARTEST ANIMAL
Once there was man went a farmer from Laos. Every morning and every evening, he ploughed his field with his buffalo.
One day, a tiger saw the farmer and his buffalo working, The Tiger was surprised to see a big animal listening to a small animal. He wanted to know more about the buffalo and the man.
After man went home, the tiger spoke to the buffalo. "You are so big and strong. Why do you do everything the man tells you?" The Buffalo answered, "Oh the man is very intelligent".
The tiger asked "Can you tell me how intelligent he is?" No, i can't tell you," said the buffalo, "but you can ask him."So the next day the tiger said to the man, "Can I see your intelligence?" But the man answered, "It's at home"."Can you go and get it?" asked the tiger. "Yes", said the man, "But I'm afraid you will kill mi bufallo when I am gone". "Can I tie you to a tree?" After the man tied the tiger to the tree, he didn't go home to get his intelligence. He took his plough and hit the tiger. Then he said, "Now, you know about my intelligence even if you haven't seen it."

[+/-] Selengkapnya...

Paragraf Persuasif


Paragraf Persuasif - Setelah kita bahas mengenai paragraf eksposisi sekarang akan kita bahas mengenai Paragraf persuasif, apa itu paragraf persuasif & bagaimana cara menulis paragraf persuasif itu? mari kita simak uraian berikut.

Paragraf persuasif adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta. ( Definisi Paragraf Persuasif )

Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh bila Anda akan menulis paragraf persuasif.


A. Menentukan Topik dan Tujuan Dalam Paragraf Persuasif

Dalam paragraf persuasif, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung. Misalnya, topik yang dibuat oleh penulis adalah “Menghidari pengaruh buruk nakotika dan obat-obatan terlarang lainnya”. Tujuan penulisan yang dapat dirumuskan adalah meyakinkan pembaca bahwa narkotika dan obat-obat terlarang lain merupakan pembunuh berdarah dingin yang secara perlahan membawa pecandunya ke liang lahat.


B. Membuat kerangka Karangan Paragraf Persuasif

Agar susunan tulisan persuasif itu sistematis dan logis, kerangka tulisan perlu mendapat perhatian dalam perumusannya.

Susunan pembahasan yang tepat untuk paragraf persuasif adalah susunan logis dengan urutan sebab akibat. Dengan pembahasan seperti ini, pembaca langsung dihadapkan pada masalah yang sedang dibahas.

Contoh kerangka tulisan persuasif dengan topik “Menghilangkan pengaruh buruk narkotika dan obat-obat terlarang lain” ialah sebagai berikut.

Kerangka Tulisan Persuasif
1. Hakikat Narkotika dan Obat-obat Terlarang
1.1 Pengertian narkotika dan obat-obat terlarang
1.2 Jenis narkotika, bentuk, dan harga
1.3 Efek masing-masing jenis narkotika bagi tubuh
2. Latar Belakang Pecandu Narkotika
2.1 Frustasi
2.2 Broken home
2.3 Ingin disebut modern
2.4 Sebab-sebab lain
3. Pengaruh yang Ditimbulkan oleh Narkotika
3.1 Pengaruh narkotika terhadap kondisi fisik dan kejiwaan pecandu
3.2 Pengaruh narkotika terhadap masa depan pecandu
3.3 Pengaruh narkotika terhadap masyarakat
4. Cara Penanggulangan yang Mungkin Dilakukan
4.1 Menghilangkan hal-hal yang menjadi penyebab terjerumusnya seseorang ke dalam dunia narkotika
4.2 Meningkatkan kerja sama antara orang tua-gurukepolisian dalam memberantas narkotika


C. Mengumpulkan Bahan Untuk Paragraf Persuasif

Bahan dapat diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara, dan penyebaran angket kepada responden.
Pada saat mengumpulkan bahan, kita dapat membuat catatan, baik kutipan langsung maupun tidak langsung, yang nantinya dapat dijadikan sebagai barang bukti
.
Contoh.
Peneliti mengungkapkan bahwa sebab-sebab seseorang dapat terjerumus ke dalam dunia narkotika: 45% broken home, 20% frustasi, 17% ingin disebut modern, dan sisanya karena sebab lain (Sukartono, 1987:45)

Artinya:
Data tersebut diperoleh dari buku karangan Sukartono yang diterbitkan pada tahun 1987, halaman 45.


D. Menarik Kesimpulan dari Paragraf Persuasif

Penarikan kesimpulan dalam suatu karangan persuasi harus kitalakukan dengan benar agar tujuan kita tercapai. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang diperoleh telah dianalisis. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi.

Contoh:
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di beberapa kota besar di Jawa Barat dapat dikemukakan ciri-ciri seorang pecandu narkoba adalah ....


E. Penutup Paragraf Persuasif

Pada bagian ini penulis mengajak pembaca untuk waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkotika dan menjauhi narkotika yang berbahaya bagi kesehatan fisik dan jiwa.

Contoh paragraf persuasif:

Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia. Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.



Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.


Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia. Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.



Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.






BANJIR

Pada awal tahun 2009 bencanabanjir telah merebak ke wilayah-wilayah yah ada di Indonesia. Banyah masyarakat yang menjadi korban banjir. Hai itu tidak lepas dari ulah manusia itu sendiri. Mulai dari menebang pohon secara liar, penambangan batu bara yang tidak sesuai dengan prosedur, sampai membuang sampah sembarangan. Memang membuang sampah sembarangan dianggap hal yang biasa, Padahal akibat yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan yang sedikit demi sedikit itu dilakukan akan berdampak buruk pada kehidupan makhluk hidup khususnya di Indonesia.
Banjir yang tengah melanda Indonesia sering memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Oleh karena itu agar kejadian itu tidak terulang terus menerus, kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi dan telah diberikan kekayaan alam yang melimpah seharusnya berterima kasih dengan menjaga ataupun melestarikannya.
Mulai dari sekarang kita harus membenahi lingkungan kita, mulai mencegah banjir dengan hal yang terkecil misalnya, membuang sampah pada tempatnya. Walaupun cara itu terkesan tidak membantu sama sekali tetapi dengan cara itu pula kita dapat mengurangi korban jiwa yang disebabkan pleh banjir.

[+/-] Selengkapnya...

Faktor yang memperngaruhi Pertumbuhan pada Tanaman


Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

Filed Under: Umum

Faktor Eksternal adalah Faktor yang berasal dari luar tumbuhan itu sendiri.

Faktor Ekternal terdiri dari :
1. Cahaya
Cahaya yang diperlukan meliputi Intensitas cahaya, kualitas dan lama waktu dalam penyinaran. cahaya yang digunakan tumbuhan untuk berfotosintesis adalah cahaya matahari. Secara umum merupakan faktor penghambat. Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.

2. Nutrisi
Semua makhluk hidup membutuhkan nutrisi untuk bertahan hidup. Oleh makhluk hidup, nutrisi diubah menjadi energi yang diperlukan tubuh. Tumbuhan yang kekurangan Nutrisi akan mengakibatkan Kelainan pada saat pertumbuhannya.
3. Suhu
Suhu sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan karena suhu sangat berkaitan dengan kemampuan tumbuhan dalam melakukan proses biologisnya. Suhu yang rendah atau tinggi dapat menyebabkan Enzim yang tidak dapat bekerja dengan baik, padahal enzim dalam tumbuhan berfungsi untuk mengedarkan cadangan makanan ke seluruh bagian tumbuhan. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
4.Oksigen
Oksigen memang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Tidak hanya manusia bahkan tumbuhanpun sangat membutuhkan Oksigen agar bertahan hidup. tanah yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah tanah gembur yang banyak mengandung oksigen.
5.Air dan Mineral
berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal. Bila kekurangan dan kelebihan air pada saat pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, tumbuhan akan dapat mnyebabkan kelainan pada tumbuhannya itu sendiri

6. Musim
Tumbuhan yang berbunga atau berbuah hanya dapat tumbuh pada musim tertentu. Pergantian Musim dapat mempengaruhi Dormansi pada biji dan tunas. Musim juga mempengaruhi dala hal reproduksi, fotoperiodisme dan pengguguran daun.

Sedangkan Faktor Internal nya adalah Gen dan kondisi fisik dari tumbuhan tersebut seperti, keadaan akar, daun, batang dsb.

[+/-] Selengkapnya...